Renungan Untukku

By Iamsyadh - 22:05:00

sebuah kisah yang perlu di renungkan

Seseorang wanita muda berusia 30-an memasuki gedung tempat reuni di gelar. Semua mata tertuju padanya. Ia adalah tipe wanita masa kini: menentang tas besar keluaran rumah mode ternama, bersepatu high heels , menggenggam sebuah smart phone keluaran terbaru, dan pakaian stylist.
Aku menarik napas panjang. Penampilannya sangat berbeda dengan penampilanku. Aku hanya memakai gamis seadanya, sepatu datar yang selalu kupakai saat kekantor, dan sebuah jiplakan dari tas merek ternama.aku beringsut ke sudut ruangan. Aku mengenali perempuan itu sebagai sahabatku , Lina.
Aku segera keluar dari gedung, jangan sampai Lina melihatku. Jujur, aku malu dengan keadaanku sekarang.  Aku membayangkan lina adalah wanita karier yang mapan. Mungkin suaminya seorang pejabat atau pemilik perusahaan terkenal. Aku? Aku hanya seorang sekretaris di kantor biro jasa dan suamiku hanya pegawai kantor pos.
Beberapa minggu berselang, aku bertemu dengan temanku Diana, aku baru mnegetahui bahwa suami lina hanya seorang pegawai PNS. Lina sendiri tidak bekerja. Penampilannya yang glamor adalah jawaban sebagai tuntutan dari lingkungannya.
Lina berani hutang untuk membeli semua barang yang dibutuhkan untuk menujang penampilannya. Kini, ia terlibat hutang dalam jumlah besar. Jujur aku malu pada diriku sendiri. Aku kurang bersyukur. Parahnya aku malu menjadi diriku sendiri.

di salin dari buku berjudul 
Keagugan Tiga Wanita Pilar Islam karangan DR.Yucki Prihadi, SSI., MM.,M.KOM


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Cerita ini adalah renungan bagi diriku sendiri, untuk lebih bersyukur, tidak selalu melihat keatas, terus meminta apa yang belom aku punya, dan tidak mencoba Qana'ah maka aku akan menjadi orang terus dikalahkan oleh hawa nafsu duniaku
semoga cerita ini bermanfaat bagiku dan oranglain yang kebetulan membaca. ameen

barokallah


salam penulis

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar